Kecerdasan Ganda ( Multiple Inteligence )
Adalah
kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai
dalam satu latar belakang budaya tertentu. Artinya,jika anak di hadapkan pada
sutu masalah,anak akan memiliki sejumlah kemampuan untuk memecahkan masalah
yang sesuai dengan konteksnya.
Jenis – Jenis
Kecerdasan ganda
- Kecerdasan Bahasa ( Linguistik )
Kecerdasan
mengolah kata atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik lisan maupun
tulisan
Ciri
– cirinya :
a.
Senang
membaca buku atau apa saja,bercerita atau mendongeng
b.
Senang
berkomunikasi , berbicara ,berdialog ,berdiskusi dan senang berbahasa asing
c.
Pandai
menghubungkan dan merangkai kata – kata atau kalimat
d.
Pandai
menafsirkan kata –kata
e.
Senang
mendengarkan music
f.
Pandai
mengingat dan menghapal
- Kecerdasan Matematis Logis
Kecerdasan
dalam hal angka dan logika.
Cirri-cirinya:
a.
Senang
berekperimen,bertanya,menyusun atau merangkai teka teki
b.
Senang
dan pandai berhitung dan bermain angka
c.
Senang
mengorganisasikan sesuatu atau menyusun scenario
d.
Mampu
berfikir logis
e.
Senang
silogisme
f.
Senang
berfikir abstraksi dan simbolis
- Kecerdasan Visual Spasial
Kemampuan
untuk memvisualkan gambar di dalam pikirannya.
Ciri-ciri:
a.
Senang
merancang sketsa,gambar,desain grafik, dan table
b.
Peka
terhadap warna,citra dan sebagainya
c.
Pandai
memvisualisasikan ide
d.
Imaginasinya
aktif
e.
Mudah
menemukan jalan dalam ruang
f.
Mempunyai
persepsi yang tepat dari berbagai sudut
g.
Mengenal
relasi benda-benda dalam ruang
- Kecerdasan Kinestetis Jasmani
Kemampuan
yang berhubungan dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motorik otak yang
mengendalikan tubuh seperti kemampuan mengendalikan dan menggunakan tubuh yang mudah dan cekatan.
Ciri-ciri:
a.
Senang
menari,akting
b.
Pandai
dan aktif dalam olah raga
c.
Mudah
berekpresi dengan tubuh
d.
Mampu
memainkan mimik
e.
Koordinasi
dan fleksibilitas tubuh tinggi
f.
Senang
dan efektif berfikir sambil berjalan,berlari,dan berolahraga.
g.
Pandai
merakit sesuatu menjadi suatu produk
h.
Senang
bergerak atau tidak bisa diam
i.
Senang
kegiatan luar rumah
- Kecerdasan Musikal
Kemampuan
berfikir dengan nada,irama,dan melodi juga pada suara alam
Ciri-ciri:
a.
Pandai
mengubah atau menciptakan musik
b.
Senang
dan pandai bernyanyi
c.
Pandai
mengoperasikan musik serta menjaga ritme
d.
Mudah
menangkap musik
e.
Peka
terhadap suara dan musik
- Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan
berkomunikasi dan berintekrasi dengan orang lain.
Ciri-ciri:
a.
Mampu
berorganisasi,dan menjadi pemimpin dalam organisasi
b.
Mampu
bermain dengan kelompok,bekerjasama dengan tim
c.
Senang
bermain berkelompok dari pada bermain
sendiri
d.
Biasanya
menjadi tempat mengadu orang lain
e.
Senang berkomunikasi verbal dan non verbal
- Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan
berfikir untuk memahami diri sendiri, melakukan refleksi diri dan
bermetakognisi.
Ciri-ciri:
a.
Mampu
menilai diri sendiri/introspeksi diri dan bermeditasi
b.
Mampu
mencanangkan tujuan
c.
Berjiwa
indipenden/bebas
d.
Mudah
berkonsentrasi
e.
Adanya
keseimbangan diri
f.
Senang
mengekplorasikan diri
g. Sadar
akan realitas spiritual
- Kecerdasan Naturalis
Kemampuan
untuk memahami gejala alam.
Ciri-ciri:
a. Senang
terhadap flora dan fauna
b. Senang
bertani,berkebun,memelihara binatang
c.
Pandai
melihat perubahan alam,meramal cuaca,meneliti tanaman
d.
Senang
kegiatan di alam terbuka
Kegiatan untuk
Meningkatkan Kecerdasan Ganda
Sejumlah
cara atau metode dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan – kemampuan
individu. Setiap metode digunakan untuk meningkatkan jenis kecerdasan
yang spesifik yaitu:
- Meningkatkan kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara mengadakan permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250 kata, dan sediakan waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau sahabat.
- Cara untuk meningkatkan kecerdasan spasial yaitu seringlah berlatih permainan gambar tiga dimensi, puzzle, kubus, dan teka-teki visual lainnya, dekorasi ulang interior dan taman rumah, buatlah struktur benda dengan logo, atau bahan mainan tiga dimensi lainnya.
- Meningkatkan kecerdasan matematis logis dapat dilakukan dengan cara berlatih menghitung soal-soal matematika sederhana di kepala ( berapa 21 X 40 dalam 5 detik), pelajari cara menggunakan sempoa, sering-seringlah mengisi teka-teki silang/asah otak lainnya.
- Kecerdasan musikal dapat dilatih dengan cara mengunjungi konser atau pertunjukan musik, bernyanyilah di kamar mandi atau di manapun yang memungkinkan untuk bersenandung, luangkan waktu selama satu jam setiap minggu untuk mendengarkan gaya musik yang tidak dikenal akrab (western, jazz, country, world music ,dll).
- Meningkatkan kecerdasan kinestetik dapat dilakukan dengan carai bergabung dan berlatih berdsama dengan klub olahraga di lingkungan, pelajarilah kegiatan dansa, kumpulkanlah berbagai macam benda yang memiliki beragam tekstur dan bentuknya khas, cobalah kenali benda-benda tersebut dengan mata tertutup.
- Cara atau metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal yaitu: belilah kotak kartu nama, penuhi dengan nama kontak bisnis, teman, kenalan, kerabat, dan orang lain, serta tetaplah menjalin hubungan dengan mereka; luangkan waktu selama 15 menit setiap hari untuk mempraktekkan mendengarkan secara aktif dengan pasangan hidup atau sahabat dekat; bekerjasamalah dengan satu orang atau lebih dalam sebuah proyek yang berdasarkan pada kesamaan minat (seni kain perca, pemain bass, penulisan artikel tentang pantai).
- Meningkatkan kecerdasan intrapersonal dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : pilihlah tokoh favorit yang positif, dan baca serta jadikan mereka sebagai kawan imajinasi dalam memecahkan suatu permasalahan yang membutuhkan waktu pemahaman yang dalam, lakukanlah sesuatu yang menyenangkan diri sekurang-kurangnya sekali sehari, luangkan waktu sekitar sepuluh menit setiap sore hari untuk meninjau kembali secara mental berbagai macam perasaan dan gagasan yang dialami.
- Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis antara lain peliharalah hewan favorit, tingkatkan frekuensi melihat acara-acara mengenai program flora dan fauna, (ini yang paling mudah) cobalah untuk menahan dari untuk tidak merusak lingkungan, seperti mencorat-coret meja, menginjak rumput kantor, memetik bunga yang sedang tumbuh.
Metode
Pengembangan Kognitif
Macam-macam metode pengembangan
kognitif yang dapat digunakan untuk pengembangan kognitif anak,yaitu :
1.Bermain
Bermain adalah kegiatan yang anak-anak lakukan sepanjang hari karena bagi anakbermain adalah hidup dan hidup adalah permainan (Mayesty,1990;196-197). Anak usia dini tidak membedakan bermain,belajar dan bekerja. Anak-anak umumnya sangat menikmati permainan dan akan terus melakukannya dimanapun mereka memiliki kesempatan.
Piaget dalam Mayesty(1990;42)mengatakan bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan/kepusan bagi diri seseorang . Sedangkan Parten dalam Dokket an Fleer(2000;14) memandang bahwa kegiatan bermain adalah sarana sosialisasi. Diharapkan dalam bermain memberi kesempatan anak bereksplorasi ,menemukan, mengekspresikan,perasaan, berekreasi dan belajar secara menyenangkan.Selain itu kegiatan bermain dapat membantu anak mengenal tentang diri sendiri, dengan siapa ia hidup serta lingkungan dimana ia hidup.
Bermain pada anak merupakan kegiatan yang dapat disamakan dengan bekerja pada orang dewasa. Bermain memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengaruh perkembangan anak.
Menurut Dearden(hetherimgton and Parke,1997;481) bermain merupakan pekerjaan nonserius dan segalanya ada dalam itu sendiri yang memberikan kepuasan pada anak.
Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak. Frank dan Farida caplan (Hildebrand,1986;55-56) mengemukakan ada enam belas nilai bermain bagi anak:
Bermain adalah kegiatan yang anak-anak lakukan sepanjang hari karena bagi anakbermain adalah hidup dan hidup adalah permainan (Mayesty,1990;196-197). Anak usia dini tidak membedakan bermain,belajar dan bekerja. Anak-anak umumnya sangat menikmati permainan dan akan terus melakukannya dimanapun mereka memiliki kesempatan.
Piaget dalam Mayesty(1990;42)mengatakan bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan/kepusan bagi diri seseorang . Sedangkan Parten dalam Dokket an Fleer(2000;14) memandang bahwa kegiatan bermain adalah sarana sosialisasi. Diharapkan dalam bermain memberi kesempatan anak bereksplorasi ,menemukan, mengekspresikan,perasaan, berekreasi dan belajar secara menyenangkan.Selain itu kegiatan bermain dapat membantu anak mengenal tentang diri sendiri, dengan siapa ia hidup serta lingkungan dimana ia hidup.
Bermain pada anak merupakan kegiatan yang dapat disamakan dengan bekerja pada orang dewasa. Bermain memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengaruh perkembangan anak.
Menurut Dearden(hetherimgton and Parke,1997;481) bermain merupakan pekerjaan nonserius dan segalanya ada dalam itu sendiri yang memberikan kepuasan pada anak.
Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak. Frank dan Farida caplan (Hildebrand,1986;55-56) mengemukakan ada enam belas nilai bermain bagi anak:
a. Bermain
membantu pertumbuhan anak
b. Bermain
merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela
c. Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak
d. Bermain memberikan dunia khayal yang dapat
dikuasi
e. Bermain mempuhyai unsur petualang di dalamnya
f. Bermain
meletakkan perkembangan bahasa
g. Bermain
mempunyai pengaruh yang unik dalam pembentukan pribadi
h. Bermain
memberi kesempatan untuk menguasi diri secara fisik.
i. Bermain
memperluas minat pemusatan perhatian
j. Bermain
merupakan cara anak menyelidiki sesuatu
k. Belajar
merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa
l. Bermain
merupakan cara sinamis untuk belajar
m. Bermain
menjernihkan pertimbangan anak
n. Bermain
dapat distruktur secara akademis
o. Bermain
merupakan kekuatan hidup
p. Bermain
merupakan sesuatu yang essensial bagi kelestarian hidup manusi
2. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas ialah suatu cara penyajian kegiatan yang telah ditentukan dan anak dapat mempertanggungjawabkan sesuai petunjuk langsung dari guru.Ditinjau dari teori belajar Vygotsky pemberian tugas yang cocok adalah pemberian tugas kelompok, dimana anak bisa bersosialisasi dengan teman sekelompok,mau berbagi, mau bertanya, serta belajar untuk bekerjasama tanpa harus berharap pada kemampuan orang lain atau sebaliknya.
3. Metode demonstrasi
Adalah suatu penyajian kegiatan pembelajaran dengan penjelasan lisan disertai perbuatan atau memperlihatkan suatu proses tertentu yang kemudian diikuti atau dicoba oleh anak didik.Metode demonstrasi juga bisa diartikan suatu cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu atau proses kejadian atau peristiwa. Guru dituntut mendemonstrasikan sesuatu harus jelas, alat peraga harus dipersiapkan lebih dulu,agar pada saat mendemonstraskantidak terhambat atau terganggu.
Ada dua fungsi dalam metode ini:
1. Dapat digunakan untuk memberikan illustrasi dalam menjelaskan informasi pada anak.
2. Dapat membantu meningkatkan daya pikir anak terutama daya pikir dalam meningkatkan kemampuan mengenal,mengingat, berpikir konvergen dan evaluatif.
Berpikir konvergen ialah kemampuan menggunakan informasi yang diperoleh dan yang disimpan untuk menerima satu jawaban benar. Contoh anak PAUD,TK/RA sudah mengenal konsep bilangan 2. Informasi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan berapa kaki ayam?
Berpikir divergen ialah dari informasi yang diperoleh mencari sesuatu yang baru menemukan jawaban benar.Contoh anak PAUD,TK/RA telah mengetahui konsep bilangan 2. Konsep ini digunakan untuk menjawab pertanyaan: Sebutkan binatang yang memiliki kaki 2 , kemudian dapat menjawab pertanyaan lebih banyak kaki ayam apa sapi?
2. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas ialah suatu cara penyajian kegiatan yang telah ditentukan dan anak dapat mempertanggungjawabkan sesuai petunjuk langsung dari guru.Ditinjau dari teori belajar Vygotsky pemberian tugas yang cocok adalah pemberian tugas kelompok, dimana anak bisa bersosialisasi dengan teman sekelompok,mau berbagi, mau bertanya, serta belajar untuk bekerjasama tanpa harus berharap pada kemampuan orang lain atau sebaliknya.
3. Metode demonstrasi
Adalah suatu penyajian kegiatan pembelajaran dengan penjelasan lisan disertai perbuatan atau memperlihatkan suatu proses tertentu yang kemudian diikuti atau dicoba oleh anak didik.Metode demonstrasi juga bisa diartikan suatu cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu atau proses kejadian atau peristiwa. Guru dituntut mendemonstrasikan sesuatu harus jelas, alat peraga harus dipersiapkan lebih dulu,agar pada saat mendemonstraskantidak terhambat atau terganggu.
Ada dua fungsi dalam metode ini:
1. Dapat digunakan untuk memberikan illustrasi dalam menjelaskan informasi pada anak.
2. Dapat membantu meningkatkan daya pikir anak terutama daya pikir dalam meningkatkan kemampuan mengenal,mengingat, berpikir konvergen dan evaluatif.
Berpikir konvergen ialah kemampuan menggunakan informasi yang diperoleh dan yang disimpan untuk menerima satu jawaban benar. Contoh anak PAUD,TK/RA sudah mengenal konsep bilangan 2. Informasi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan berapa kaki ayam?
Berpikir divergen ialah dari informasi yang diperoleh mencari sesuatu yang baru menemukan jawaban benar.Contoh anak PAUD,TK/RA telah mengetahui konsep bilangan 2. Konsep ini digunakan untuk menjawab pertanyaan: Sebutkan binatang yang memiliki kaki 2 , kemudian dapat menjawab pertanyaan lebih banyak kaki ayam apa sapi?
Berpikir
evaluatif artinya adalah anak dapat memberikan kesimpulan,penilaian,
penemuan,pemecahan masalah dan berusaha memperbaiki kesalahannya.contoh ucapan
anak yang bertanya: “Bu guru, sayapunya kucing yang lucu,bersih dan sehat karna
saya selalu rajin memberi makan dan memandikannya.” Ungkapan tersebut dapat
diambil kesimpula bahwa dengan makan yang cukupserta menjaga kebersihan dapat
hidup bersih dan sehat.
4. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian pembelajaran dengan dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya.Guru harus berusaha agar anak aktif memberi jawaban atu keterangan bukan guru yang memberi keterangan.
4. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian pembelajaran dengan dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya.Guru harus berusaha agar anak aktif memberi jawaban atu keterangan bukan guru yang memberi keterangan.
Metode bercakap-cakap ini sangat bermanfaat bagi anak PAUD,TK/RA sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan guru agar anak berani mengungkapkan pendapat serta berani berbicara di depan umum.Selain itu metode ini mengandung manfaat belajar yaitu mewujudkan kemampuan berbahasa secara reseptif dan ekspresif.
5.Metode mengucapkan syair
Metode mengucapkan syair yaitu suatu cara menyampaikan sesuatu melalui syair yang menarik yang dibuat guru untuk sesuatu, agar dapat dipahami anak.
6. Metode eksperimen/ percobaan
Adalah suatu cara anak melakukan berbagai percobaan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya,guru sebagai fasilitator,alat berbagai percobaan sudah dipersiapkan oleh guru. Dalam metode ini anak dapat menemukan sesuatu berdasarkan pengalamannya.
7.Metode bercerita
Metode bercerita adalah cara menyampaikan sesuatu dengan bertutur atau memberikan penerangan atau penjelasan secara lisan melalui cerita.Cerita harus menarik,dengan tujuan yang ingin dicapai,dengan gerak gerik yang wajar dan intonasi yang bervariasi.
8. Metode karya wisata
Usman dan SetiawatI(2001;131) mengemukakan bahwa metode karya wisata adalah suatu cara penyajian pembelajaran dengan membawa anak didiklangsung kepada objek tertentu untuk dipelajari, yang terdapat di luar kelas, dengan bimbingan guru.Metode karya wisata juga bisa diartikan kunjungan langsung ke objek- objek di sekitar anak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Sehubungan dengan teori belajar menurut Vygotsky, metode karya wisata jelas sesuai, karena dengankarya wisata anak belajar bernteraksi dengan orang lain danlingkungan.
9.Dramatisasi
Salah satu metode yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran di PAUD,TK/RA adalah bermain peran.
Metode dramatisasi/ bermain peran adalah cara memahami sesuatu melalui peran-peran yangdilakukan oleh tokoh atau benda-benda di sekitar anak, sehingga anak dapat memahami sesuatu sambil berimajinasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Aisyah,Siti.2006.Pembelajaran Terpadu.Jakarta:Universitas Terbuka
Padiya.31
Agustus 2008.http://kecerdasan-ganda.blogspot.com/
Fadli.24
Maret 2010.http://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24/teori-kecerdasan-ganda-dan-penerapannya-dalam-kegiatan-pembelajaran/
Rahmadwidodo.27
Desember 2009.http://wyw1d.wordpress.com/tag/kecerdasan-ganda/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar